Posted in Home Sweet Home

Our Hopes…Our Home

Sejak dulu, saya bahkan ga berani untuk berandai-andai bisa punya rumah sendiri. Alasannya klise, saya berpikir sepertinya segmen status sosial seperti saya yang serba sederhana pas-pasan  ga bakal kebagian punya rumah apalagi di Jakarta.

Sejak kelas 1 SMA, saya terpaksa tinggal terpisah dengan orang tua yang harus pindah ke luar kota. Saya bertahan di lingkungan masa kecil saya untuk meneruskan sekolah, menolak pindah. Sejak itu juga saya terbiasa hidup dalam kamar kecil bernama kost-kost-an. Hingga menikah dan punya anak, saya memilih kost sebagai rumah yang ‘cukup’ untuk tempat bernaung keluarga kecil saya.

Tapi…tiba-tiba aja….ada semangat yang bikin saya mencoba untuk cari-cari informasi gimana caranya punya rumah, semangatnya sederhana:

Saya pingin punya dapur sendiri! hihi..

Selama ini, saya hanya masak di dalam kamar, mengandalkan jendela dan lubang angin sebagai penyalur perginya asap masakan saya….pengap!

Singkat cerita….ternyata Allah kasih rejeki yang sangat luar biasa. Saya bisa punya kredit rumah! di pinggiran Jakarta 😀

img_0454
my kid, in front of the growing grass at our new house

Iya…memang kredit. Pemikirannya begini:

  • Insya Allah saya berniat baik walau dengan mengambil KPR, ingin membuat keluarga saya nyaman
  • KPR saya rasa adalah pilihan paling aman sementara saya belum bisa mengumpulkan uang yang buanyaaaakkk untuk beli cash..kejar-kejaran sama harga rumahnya…ngerti kan maksud saya?
  • Saya berdoa, rumah saya selalu diberkahi Allah
  • Lillahi ta’ala…Allah pasti tau niat saya…. *tidak menerima argumen ttg masalah prinsipil ya…..di hati aja

Prosesnya Alhamdulillah lumayan cepet ya….waktu itu hanya lihat bentuk rumahnya di suatu web property, saya cek lokasinya lumayan dekat dengan Ibu saya tinggal, walaupun 2 jam perjalanan untuk sampai ke kantor…tapi saya akan lebih tenang dengan perhitungan yang seperti ini, lebih dekat ke Ibu.

Hari Rabu email-emailan dan WA dengan marketingnya, Sabtu janjian survey, langsung sreg, ga mau lihat perumahan lain (di sekitarnya banyak banget perumahan setipe itu).

Hitung-hitung…kalkulasi..antara pemasukan dan pengeluaran lain setelah cicilan yang sudah digambarkan. Seminggu kemudian bayar booking fee dan pilih nomor/lokasi rumah. Seminggu berikutnya kumpulin berkas dan kemudian duduk manis sambil deg-degan di rumah menanti hasil BI Checking.

Yang pasti bikin ga percaya, program kreditnya itu DP 0%, ga percaya? beneran kok. Jadi sepertinya si developer sudah meng-include seluruh harga dan biaya yang telah dan akan ditimbulkan selama proses akad dalam total harga rumah, yang nantinya total tersebut diajukan sebagai pagu kredit pada bank pemberi kredit. Memang, prospek persetujuan bank tergantung kondisi dan history financial setiap orang, ada yang disetujui full 100% (tapi jarang), ada yang 90%, dan seterusnya (istilahnya turun plafon). Kalau saya…entah berapa persen….yang pasti, dari keseluruhan pagu kredit yang diajukan, saya diminta membayar Rp 61,000 aja….hihi…….menyenangkan bukan? 😀

Intinya, kalau mau punya rumah, JALAN, SURVEY….kalau jalan-jalannya di dunia maya aja ya ga bakal dapet jelas informasinya…dan ga akan percaya kalau baca spanduk-spanduk di jalanan yang menuliskan gede-gede promo 0%nya……kaya saya dulu ….. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s